Assessor Memegang Peranan Penting Dalam Keberhasilan Assessment Center

Assessor Memegang Peranan Penting Dalam Keberhasilan Assessment Center

Dalam kegiatan penyelenggaraan Assessment Center peran Assessor sangat menentukan kualitas hasil Assessment Center. Kesalahan apapun yang terjadi selama proses (data in-take), interpretasi dan penilaian bukti perilaku dalam Assessment Center dapat berarti bahwa hasil yang diperoleh dari Assessment Center tidak akan valid.

Assessor yang baik harus dapat memenuhi kualifikasi sebagai berikut:

  • Familiar dengan “job target”.
  • Memiliki keterampilan “listening” yang baik.
  • Adil, mengadopsi perilaku yang sama dengan semua Assessee.
  • Objektif, tidak membuat “judgment”.
  • Percaya dengan proses Assessment Center.
  • Komitment, siap bekerja dalam waktu yang lama.
  • Memiliki keterampilan komunikasi tertulis dan verbal yang baik.
  • Memiliki keterampilan mengorganisasi dan mengelola waktu dengan baik.
  • Mampu fokus pada bukti perilaku nyata, bukan subyektif.

Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan Assessor adalah:

  • Pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang organisasi dan job/job family dari organisasi yang menyelenggarakan Assessment Center agar lebih efektif dalam penilaian.
  • Pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang: kompetensi, definisi kompetensi, indikator perilaku masing-masing level kompetensi, hubungan dengan ‘job performance’, dan contoh-contoh kinerja yang efektif dan tidak efektif.
  • Pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang teknik penilaian, kompetensi yang diobservasi, contoh perilaku aktual, dan lain-lain.
  • Peningkatan kemampuan dalam mengamati (observasi), merekam (record), mengklasifikasikan perilaku dalam kompetensi, dan menggunakan tools dalam Assessment Center.
  • Pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang prosedur evaluasi dan penilaian, termasuk integrasi data (meeting assessor).
  • Pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang prosedur “feedback” yang sesuai.
  • Peningkatan kemampuan dalam memberikan ‘feedback’ secara akurat baik tertulis maupun lisan.
  • Pengetahuan dan kemampuan yang lebih mendalam untuk secara obyektif dan konsisten bermain peran dalam ‘interactive exercises’.

Tugas Assessor.

Mengobservasi.

Mengamati perilaku Assessee dalam “exercise simulations”. Keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas ini adalah kemampuan berkonsentrasi untuk jangka waktu yang cukup lama, keterampilan mendengarkan yang efektif, kemampuan untuk tidak melakukan “judgment”, dan menjaga bahasa tubuh pasif.

Merekam/mencatat.

Merekam sebanyak mungkin yang dikatakan dan dilakukan Assessee. Ini adalah langkah yang sangat penting dalam proses keseluruhan dari Assessment Center. Merekam apa yang sebenarnya dikatakan dan dilakukan oleh Assessee untuk keperluan penilaian.

Keterampilan yang diperlukan untuk menjalankan tugas ini adalah kemampuan untuk menulis dengan cepat dan terbaca, kemampuan untuk menggunakan alat perekam, kemampuan berkonsentrasi untuk jangka waktu yang panjang, dan kemampuan untuk fokus pada apa yang sebenarnya sedang dikatakan dan dilakukan oleh Assessee.

Mengklasifikasikan bukti perilaku.

Mengklasifikasikan bukti perilaku dan menghubungkannya dengan kompetensi yang relevan. Mengklasifikasikan bukti perilaku dengan benar dan konsisten sangat penting di Assessment Center, karena kesalahan klasifikasi apapun dapat berarti bahwa hasil yang diperoleh dari Assessment Center tidak akan valid.

Meringkas.

Assessor meringkas perilaku Assessee menggunakan indikator perilaku dan definisi kompetensi sebagai pedoman untuk standar penilaian yang diperlukan. Dalam membuat ringkasan harus didukung dengan contoh perilaku aktual.

Setelah Assessor mengamati, mencatat dan mengklasifikasikan bukti perilaku yang telah dikumpulkan, kemudian perlu untuk menulis ringkasan. Memiliki ringkasan akan membantu Assessor untuk mengevaluasi atau menilai bukti-bukti perilaku, dan akan membantu Assessee memahami bagaimana bukti yang berkaitan dengan kompetensi saat menerima umpan balik.

Mengevaluasi.

Mengevaluasi hasil Assesment Center dari seluruh “tools” yang digunakan dalam proses Assessment Center. Assessor memberikan ‘level’ masing-masing kompetensi dari ‘tools’ yang digunakan dalam proses Assessment Center dengan menggunakan skala ‘rating’ yang telah ditetapkan.

Peringkat / rating berarti level yang diberikan berhubungan dengan perilaku yang ditampilkan oleh Assessee. Assessor menilai evidence/bukti yang diperoleh dari proses Assessment.

Evidence/bukti adalah sesuatu yang Assessee telah benar-benar katakan dan lakukan, dan evidence/bukti dapat diamati dan diverifikasi. Evidence adalah BUKAN kesimpulan yang menghakimi, perasaan, pendapat, atau inferensi, generalisasi, dan pernyataan tindakan masa depan.

Mengintegrasikan.

Penentuan “rating/level final” dengan mengintegrasikan hasil “rating/level” pada tahap evaluasi dan dilakukan dalam “Meeting Assessor”. Integrasi merupakan salah satu bagian paling penting dari proses Assessment Center.

Selama sesi ini hasil dari semua data penilaian dikumpulkan, kemudian secara individual masing-masing Assessee dibahas sebelum penilaian akhir kolektif dibuat.